BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Bagan dan Grafik
1.
Bagan (Chart)
Bagan merupakan salah satu media grafis atau media
visual yang berfungsi menyalurkan pesan dari pemberi pesan kepada penerima
pesan secara visual. Media bagan atau chart adalah suatu media pengajaran yang
penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual,
untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek,
lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.[1] Bagan
atau Chart adalah media visual yang berfungsi menyajikan ide-ide atau
konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan
secara visual.[2]
Bagan juga dapat dapat memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu
presentasi. Pesan yang akan disampaikan melalui bagan biasanya berupa ringkasan
visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting. Dalam istilah lain bagan juga dapat diartikan sebagai
gambaran / sketsa buram untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu.[3] Di
dalam bagan sering kita jumpai jenis media grafis yang lain, seperti gambar,
diagram, kartun atau lambang-lambang verbal.
Bagan yang dirancang dengan baik akan dapat
mengkomunikasikan informasi berupa gambar atau visual. Di dalam bagan
pesan-pesan verbal harus dapat mendukung unsur-unsur visual yaitu memiliki
kemampuan untuk menjelaskan suatu konsep. Data maupun informasi yang ingin
disampaikan direalisasikan melalui gambar. Bagan ada yang berbentuk
diagram mempunyai bentuk yang beragam, antara lain: lingkaran, garis, pohon,
dan batang. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa bagan
merupakan suatu media yang penyampaiannya dengan visual mengenai ide, obyek,
lembaga, orang, atau keluarga dan cara penyampaiannya melalui gambar, diagram,
kartun.
2. Grafik
(Graphs)
Grafik ialah suatu media visual yang berupa gambar
sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar.[4]
Ada pula pengertian grafik menurut Anas Sudijono ialah alat penyajian data
statistic yang tertuang dalam bentuk lukisan, baik lukisan gambar maupun
lambing. Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun menurut prinsip
matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide,
objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan symbol dan disertai dengan
keterangan-keterangan secara singkat.[5]
Dalam grafik seringkali digunakan symbol-simbol
verbal sebagai pelengkap. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data
kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu
obyek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.[6]
Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematika dan
menggunakan data-data komparatif.
B.
Manfaat
dan Kekurangan Penggunaan Bagan dan grafik
1. Manfaat
dan Kekurangan Penggunaan Bagan dalam Proses Pembelajaran
Bagan
sering kali digunakan oleh guru dalam suatu proses pembelajaran sebagai media
dalam penyampaian pesan yang akan disampaikan kepada siswa, bagan seperti
halnya peta konsep yang telah di buat guru dalam menyampaikan materi. Ada
beberapa manfaat penggunaan bagan dalam proses pembelajaran antara lain:
a. Mudah
dalam menggunakannya
b. Dapat
digunakan pada semua jenis dan jenjang pendidikan
c. Menghemat
waktu dan tenaga serta mampu menarik perhatian siswa
d. Harga
relative lebih terjangkau dibandingkan dengan media yang lainnya.
e. Dapat
mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
Dalam
penggunaannya tidak selamanya bagan selalu memiliki manfaat, bagan sebagai
media visual juga memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, diantaranya
sebagai berikut:
a. Terkadang
bagan rumit dan berbelit-belit sehingga sering membingungkan siswa.
b. Penyampaian
dengan bagan kadang kurang diminati siswa karena kurang menarik dan terkesan
seperti sebelum zaman modern.
2. Manfaat
dan Kekurangan Penggunaan Grafik dalam Proses Pembelajaran
Dalam
proses pembelajaran guru sering menggunakan media grafik untuk menyampaikan
data-data berupa kuantitatif hal ini dikarenakan grafik lebih memudahkan dalam
penyampaian data yang berupa data perbandingan. Beberapa manfaat grafik sebagai
media[7] :
a. Grafik
bermanfaat sekali untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan
hubungan-hubungannya.
b. Grafik
dengan cepat memungkinkan kita mengadakan analisis, interpretasi dan
perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah,
pertumbuhan, dan arah.
c. Penyajian
data grafik jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis. Semakin ruwet data yang
akan disajikan semakin baik grafik menampilkannya dalam bentuk statistic yang
cepat dan sederhana.
Selain
ada manfaat, grafik juga memiliki beberapa kelemahan, seperti halnya bagan atau
media lainnya. Dibawah ini ada beberapa kelemahan atau kekurangan grafik antara
lain:
a. Grafik
biasanya kurang jelas sehingga harus dengan penjelasan tambahan.
b. Grafik
kadang susah dibaca karena warna yang digunakan senada sehingga kurang
harmonis.
c. Membutuhkan
keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang
lebih kompleks.
C.
Penyampaian
Materi dengan Menggunakan Media Bagan dan Grafik
Dalam
bentuk penyampaian materi dengan menggunakan media bagan dan grafik para
pemberi pesan harus membuat dengan sekreatif dan semenarik mungkin, sehingga penerima
pesan akan tertarik untuk memahami dan memperkuat ingatan pula. Berikut ini
bentuk penyampaian materi dengan menggunakan media bagan dan grafik:
1. Media
Bagan
Sebagai
media yang baik, dalam proses penyampaian materi atau pesan kepada siswa
sebaiknya bagan memiliki kriteria berikut[8]:
a.
Dapat dimengerti oleh anak atau siswa
b.
Sederhana dan lugas, tidak rumit atau
berbelit-belit
c.
Selalu dibenahi atau diganti dari waktu
ke waktu agar tetap bermasa (up to date) dan juga tidak kehilangan daya tarik.
Dalam
penyampaian pesan atau materi kepada siswa ada beberapa jenis bagan yang sering
digunakan. Jenis bagan tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu bagan yang
menyajikan pesan secara bertahap dan bagan yang menyajikan pesannya secara
sekaligus atau keseluruhan. Bagan Bertahap ini memiliki beberapa jenis
tersendiri dalam penyampaian pesannya, antara lain terdiri dari :
a. Bagan
Tertutup (Hiden Chart)
Bagan tertutup atau sering disebut dengan
strip chart merupakan bentuk penyampaian pesan dengan menutup jenis bagan
dengan menggunakan kertas yang mudah dilepas. Dengan menggunakan potongan
kertas sebagai penutup selain murah juga dapat menarik perhatian para penerima
pesan. Pada saat penyajian satu persatu tutup itu dibuka. Bagan ini akan
memudahkan siswa dalam menerima pesan karena dapat menyajikan pesan secara
bertahap.
b. Bagan
Balikan (Flip Chart)
Flip Chart atau yang sering disebut
sebagai bagan balik adalah kumpulan ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka
secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran. Flip chart sering
digunakan sebagai alat untuk penyampaian materi pada proses pembelajaran. Bahan
flip chart biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi,
dan berwarna cerah. Untuk daya tarik, flip chart dapat dicetak dengan aneka
warna dan variasi desainnya. Cara penggunaan flip chart bergantung metode apa
yang akan digunakan. Kalau metode ceramah, flip chart langsung dibuka sesuai
dengan topik pembicaraan untuk diterangkan atau ditulisi hal-hal yang akan
disampaikan.
Flip chart atau bagan balik pada prinsipnya memuat
semua materi yang akan disampaikan. Tetapi materi itu disajikan secara bertahap
atau bagan demi bagan. Tiap bagian materi dituangkan pada lembaran kertas yang
berbeda. Selanjutnya lembaran-lembaran itu dibendel menjadi satu sehingga
pelaksanaan pembelajaran akan lebih tersusun dengan menggunakan flip chart ini.
Cara penggunaannya kita tinggal membalik satu per satu sesuai dengan materi
yang akan disajikan.
Selanjutnya
mengenai bagan yang dalam penyampaian pesannya disajikan secara keseluruhan
yaitu terdiri dari beberapa macam antara lain[9]:
a. Bagan
Pohon
Bagan
ini diibaratkan seperti pohon yang terdiri dari batang, cabang-cabang, dan
ranting. Bagan ini biasanya dipakai untuk menunjukkan sifat, komposisi, atau
hubungan antar kelas atau keturunan. Contoh bagan ini dalam penyampaian pesan
pada proses pembelajaran sejarah kebudayaan islam, seorang guru akan
menyampaikan materi mengenai masa tiga kerajaan besar turki utsmani, mongol,
dan syafawi. Penyampaian materi tersebut bisa dengan menggunakan bagan pohon seperti
berikut ini.
b. Bagan
Arus
Bagan
ini menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab
atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu organisasi. Diagram
arus biasanya digambarkan dengan adanya tanda panah yang merupakan arah arus
perjalanannya.[1]
Bagan ini sering digunakan para pendidik untuk menyampaikan pesan materi kepada
siswa, seperti contohnya bagan arus mengenai proses turunnya Al-Quran.
[1]
Basyiruddin Usman, “Media Pembelajaran”,
(2002, Jakarta: Ciputat Pers), hal. 33
[2]
Sukiman, “Pengembangan Media
Pembelajaran”, (2012, Yogyakarta: Pedagogia), hal. 91
[3] Martanti dan Supratiwi
P, “Kreatif Berbahasa Indonesia 3: untuk SMP dan MTs Kelas IX”, (2009,
Jakarta: Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional), hal. 185 – 188.
[4]
Arief. S. Sadiman, “Media Pendidikan
Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan”, (1993, Jakarta: PT. Grafindo
Persada), hal. 41
[5]
Basyiruddin Usman, “Media Pembelajaran”………,
hal. 38
[6]
Sukiman, “Pengembangan Media………”,
hal. 95
[7]
Arief S. Sadiman, “Media Pendidikan …..”,
…….., hal. 42
[8]
Sukiman, “Pengembangan Media
pembelajaran”,….., hal. 92
[9]
Ibid, hal. 93
Borgata Hotel Casino & Spa - MapYRO
BalasHapusThe 논산 출장샵 Borgata Hotel Casino & Spa is a casino on the 김포 출장안마 Qualla Boundary 삼척 출장샵 in 정읍 출장안마 Atlantic City, 충청북도 출장마사지 New Jersey, United States. The casino also has restaurants, theaters,