Jumat, 14 Desember 2012

makalah media bagan dan grafik



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bagan dan Grafik
1.      Bagan (Chart)
Bagan merupakan salah satu media grafis atau media visual yang berfungsi menyalurkan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan secara visual. Media bagan atau chart adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.[1] Bagan atau Chart adalah media visual yang berfungsi menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.[2] Bagan juga dapat dapat memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang akan disampaikan melalui bagan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting. Dalam istilah lain bagan juga dapat diartikan sebagai gambaran / sketsa buram untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu.[3] Di dalam bagan sering kita jumpai jenis media grafis yang lain, seperti gambar, diagram, kartun atau lambang-lambang verbal.
Bagan yang dirancang dengan baik akan dapat mengkomunikasikan informasi berupa gambar atau visual. Di dalam bagan pesan-pesan verbal harus dapat mendukung unsur-unsur visual yaitu memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu konsep. Data maupun informasi yang ingin disampaikan direalisasikan melalui  gambar. Bagan ada yang berbentuk diagram mempunyai bentuk yang beragam, antara lain: lingkaran, garis, pohon, dan batang. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa bagan merupakan suatu media yang penyampaiannya dengan visual mengenai ide, obyek, lembaga, orang, atau keluarga dan cara penyampaiannya melalui gambar, diagram, kartun.
2.      Grafik (Graphs)
Grafik ialah suatu media visual yang berupa gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar.[4] Ada pula pengertian grafik menurut Anas Sudijono ialah alat penyajian data statistic yang tertuang dalam bentuk lukisan, baik lukisan gambar maupun lambing. Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun menurut prinsip matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan symbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.[5]
Dalam grafik seringkali digunakan symbol-simbol verbal sebagai pelengkap. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu obyek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.[6] Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematika dan menggunakan data-data komparatif.

B.     Manfaat dan Kekurangan Penggunaan Bagan dan grafik
1.      Manfaat dan Kekurangan Penggunaan Bagan dalam Proses Pembelajaran
Bagan sering kali digunakan oleh guru dalam suatu proses pembelajaran sebagai media dalam penyampaian pesan yang akan disampaikan kepada siswa, bagan seperti halnya peta konsep yang telah di buat guru dalam menyampaikan materi. Ada beberapa manfaat penggunaan bagan dalam proses pembelajaran antara lain:
a.       Mudah dalam menggunakannya
b.      Dapat digunakan pada semua jenis dan jenjang pendidikan
c.       Menghemat waktu dan tenaga serta mampu menarik perhatian siswa
d.      Harga relative lebih terjangkau dibandingkan dengan media yang lainnya.
e.       Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
Dalam penggunaannya tidak selamanya bagan selalu memiliki manfaat, bagan sebagai media visual juga memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, diantaranya sebagai berikut:
a.       Terkadang bagan rumit dan berbelit-belit sehingga sering membingungkan siswa.
b.      Penyampaian dengan bagan kadang kurang diminati siswa karena kurang menarik dan terkesan seperti sebelum zaman modern.
2.      Manfaat dan Kekurangan Penggunaan Grafik dalam Proses Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran guru sering menggunakan media grafik untuk menyampaikan data-data berupa kuantitatif hal ini dikarenakan grafik lebih memudahkan dalam penyampaian data yang berupa data perbandingan. Beberapa manfaat grafik sebagai media[7] :
a.       Grafik bermanfaat sekali untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
b.      Grafik dengan cepat memungkinkan kita mengadakan analisis, interpretasi dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan, dan arah.
c.       Penyajian data grafik jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis. Semakin ruwet data yang akan disajikan semakin baik grafik menampilkannya dalam bentuk statistic yang cepat dan sederhana.
Selain ada manfaat, grafik juga memiliki beberapa kelemahan, seperti halnya bagan atau media lainnya. Dibawah ini ada beberapa kelemahan atau kekurangan grafik antara lain:
a.       Grafik biasanya kurang jelas sehingga harus dengan penjelasan tambahan.
b.      Grafik kadang susah dibaca karena warna yang digunakan senada sehingga kurang harmonis.
c.       Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
C.    Penyampaian Materi dengan Menggunakan Media Bagan dan Grafik
Dalam bentuk penyampaian materi dengan menggunakan media bagan dan grafik para pemberi pesan harus membuat dengan sekreatif dan semenarik mungkin, sehingga penerima pesan akan tertarik untuk memahami dan memperkuat ingatan pula. Berikut ini bentuk penyampaian materi dengan menggunakan media bagan dan grafik:
1.      Media Bagan
Sebagai media yang baik, dalam proses penyampaian materi atau pesan kepada siswa sebaiknya bagan memiliki kriteria berikut[8]:
a.       Dapat dimengerti oleh anak atau siswa
b.      Sederhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit
c.       Selalu dibenahi atau diganti dari waktu ke waktu agar tetap bermasa (up to date) dan juga tidak kehilangan daya tarik.
Dalam penyampaian pesan atau materi kepada siswa ada beberapa jenis bagan yang sering digunakan. Jenis bagan tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu bagan yang menyajikan pesan secara bertahap dan bagan yang menyajikan pesannya secara sekaligus atau keseluruhan. Bagan Bertahap ini memiliki beberapa jenis tersendiri dalam penyampaian pesannya, antara lain terdiri dari :
a.    Bagan Tertutup (Hiden Chart)
Bagan tertutup atau sering disebut dengan strip chart merupakan bentuk penyampaian pesan dengan menutup jenis bagan dengan menggunakan kertas yang mudah dilepas. Dengan menggunakan potongan kertas sebagai penutup selain murah juga dapat menarik perhatian para penerima pesan. Pada saat penyajian satu persatu tutup itu dibuka. Bagan ini akan memudahkan siswa dalam menerima pesan karena dapat menyajikan pesan secara bertahap.



b.    Bagan Balikan (Flip Chart)
Flip Chart atau yang sering disebut sebagai bagan balik adalah kumpulan ringkasan, skema, gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran. Flip chart sering digunakan sebagai alat untuk penyampaian materi pada proses pembelajaran. Bahan flip chart biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah. Untuk daya tarik, flip chart dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desainnya. Cara penggunaan flip chart bergantung metode apa yang akan digunakan. Kalau metode ceramah, flip chart langsung dibuka sesuai dengan topik pembicaraan untuk diterangkan atau ditulisi hal-hal yang akan disampaikan.
Flip chart atau bagan balik pada prinsipnya memuat semua materi yang akan disampaikan. Tetapi materi itu disajikan secara bertahap atau bagan demi bagan. Tiap bagian materi dituangkan pada lembaran kertas yang berbeda. Selanjutnya lembaran-lembaran itu dibendel menjadi satu sehingga pelaksanaan pembelajaran akan lebih tersusun dengan menggunakan flip chart ini. Cara penggunaannya kita tinggal membalik satu per satu sesuai dengan materi yang akan disajikan.
Selanjutnya mengenai bagan yang dalam penyampaian pesannya disajikan secara keseluruhan yaitu terdiri dari beberapa macam antara lain[9]:
a.       Bagan Pohon
Bagan ini diibaratkan seperti pohon yang terdiri dari batang, cabang-cabang, dan ranting. Bagan ini biasanya dipakai untuk menunjukkan sifat, komposisi, atau hubungan antar kelas atau keturunan. Contoh bagan ini dalam penyampaian pesan pada proses pembelajaran sejarah kebudayaan islam, seorang guru akan menyampaikan materi mengenai masa tiga kerajaan besar turki utsmani, mongol, dan syafawi. Penyampaian materi tersebut bisa dengan menggunakan bagan pohon seperti berikut ini. 
b.  Bagan Arus
Bagan ini menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu organisasi. Diagram arus biasanya digambarkan dengan adanya tanda panah yang merupakan arah arus perjalanannya.[1] Bagan ini sering digunakan para pendidik untuk menyampaikan pesan materi kepada siswa, seperti contohnya bagan arus mengenai proses turunnya Al-Quran.



[1] Ibid., hal, 93




[1] Basyiruddin Usman, “Media Pembelajaran”, (2002, Jakarta: Ciputat Pers), hal. 33
[2] Sukiman, “Pengembangan Media Pembelajaran”, (2012, Yogyakarta: Pedagogia), hal. 91
[3] Martanti dan Supratiwi P, “Kreatif Berbahasa Indonesia 3: untuk SMP dan MTs Kelas IX”, (2009, Jakarta: Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional), hal. 185 – 188.
[4] Arief. S. Sadiman, “Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan”, (1993, Jakarta: PT. Grafindo Persada), hal. 41 
[5] Basyiruddin Usman, “Media Pembelajaran”………, hal. 38
[6] Sukiman, “Pengembangan Media………”, hal. 95
[7] Arief S. Sadiman, “Media Pendidikan …..”, …….., hal. 42
[8] Sukiman, “Pengembangan Media pembelajaran”,….., hal. 92
[9] Ibid, hal. 93

1 komentar:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa - MapYRO
    The 논산 출장샵 Borgata Hotel Casino & Spa is a casino on the 김포 출장안마 Qualla Boundary 삼척 출장샵 in 정읍 출장안마 Atlantic City, 충청북도 출장마사지 New Jersey, United States. The casino also has restaurants, theaters,

    BalasHapus